Monthly Archives: Desember 2011

SKALA PENGUKURAN DAN PENYAJIAN DATA STATISTIKA

Pengukuran adalah usaha memasangkan angka-angka terhadap objek-objek atau peristiwa-peristiwa menurut aturan tertentu.

Berdasarkan skala pengukurannya, variabel dapat dikategorikan menjadi empat yaitu variabel berskala nominal, ordinal, interval, dan rasio sebagai berikut :

  1. Skala nominal
  • Angka yang terdapat dalam skala nominal hanya sebagai lambang.
  • Angka tersebut tidak mengukur besar.
  • Tidak ada istilah tingkatan (lebih dari atau kurang dari).

Contoh : 0 menyatakan laki-laki, dan 1 menyatakan perempuan. Suatu saat nilai tersebut bisa dipertukarkan menjadi 1 menyatakan laki-laki dan 0 menyatakan perempuan.

  1. Skala ordinal
  • Angka yang terdapat dalam skala ordinal merupakan angka sebagai nama penggolongan
  • Penggolongan tersebut menyatakan tingkatan, misalnya tingkat rendah dan tingkat tinggi.
  • Contoh : sangat tidak puas diberi nama 1, puas diberi nama 2 dan seterusnya sampai sangat puas diberi nama 5.
  1. Skala interval
  • Angka yang disajikan dalam skala interval telah menunjukkan tingkatan.
  • Dua angka yang berurutan dan mempunyai jarak yang sama dalam skala interval tidak dapat dibandingkan.
  • Contoh temperatur, indeks prestasi
  1. Skala rasio
  • Skala ratio merupakan skala pengukuran tertinggi
  • Kelebihannya skala ratio dibanding skala interval, skala ratio memiliki nilai dasar mutlak 0, yaitu pada saat seorang mahasiswa sama sekali tidak mengerjakan soal ujian
  • Contoh : pengukuran tinggi, pengukuran berat.

Untuk menyajikan data kita dapat menggunakan :

  1. Histogram dan poligon frekuensi adalah gambaran secara grafik dari distribusi frekuensi.
  • Histogram : himpunan persegi panjang yang mempunyai lebar pada sumbu mendatar dan panjang pada sumbu vertikal menunjukkan frekuensi.
  • Poligon frekuensi : grafik yang menghubungkan titik tengah dari puncak persegi panjang dalam histogram
  1. Diagram lingkaran adalah grafik berbentuk lingkaran dengan luas juring menyatakan frekuensi dari kelompok data.
  2. Boxplot adalah grafik yang menyajikan data dalam bentuk kotak dan garis, dimana ujung kiri dan ujung kanan garis masing-masing menyatakan statistik minimum dan statistik maksimum, sedangkan kotak dari kiri ke kanan menyatakan kuartil ke-1, median/kuartil ke-2, dan kuartil ke-3.
Iklan

STATISTIKA DESKRIPTIF DAN INFERENSI

statistika adalah sekumpulan metode yang digunakan untuk merencanakan dan mengumpulkan informasi berupa data, menyajikan data baik melalui tabel, grafik atau diagram, menganalisis data dan memberikan interpretasi, dan diakhiri dengan mengambil kesimpulan.

Secara umum, statistika dapat dibedakan menjadi dua bagian, yaitu statistika deskriptif dan statistika inferensi.

Statistika deskriptif berkaitan dengan pengumpulan dan penyajian data dengan tujuan agar data yang disajikan lebih mudah dipahami

Contoh : diagram balok pada gambar 1 menunjukkan prosentasi gaji pada tahun 2011 yang ditawarkan pada para sarjana yang baru lulus sesuai bidang keahliannya. Dari diagram tersebut jelas bahwa kaum wanita memulai pekerjaan dengan prosentasi gaji lebih rendah dibanding dengan kaum pria di semua bidang keahlian.

statistika inferensi berkaitan dengan analisis sebagian data hingga pengambilan kesimpulan mengenai keseluruhan data induknya.

Contoh : catatan kelulusan selama 5 tahun terakhir di suatu perguruan tinggi menunjukkan bahwa 72% di antara mahasiswa baru yang masuk ke perguruan tinggi tersebut berhasil menyelesaikan studinya. Nilai numerik 72 tersebut termasuk statistika deskriptif. Jika berdasarkan hal ini kemudian anda menyimpulkan bahwa peluang anda lulus sarjana adalah 80%, berarti anda melakukan inferensi statistika yang tentu saja mempunyai sifat tidak pasti.

Generalisasi yang berhubungan dengan inferensi statistika selalu mempunyai sifat tidak pasti, tergantung dengan informasi parsial yang diperoleh dari data sebelumnya. Untuk memperhitungkan ketidakpastian ini, pengetahuan mengenai teori peluang mutlak diperlukan.

Baca teori peluang disini !!